“Saya lihat di lapangan, saya ambil,” ujar Harold.
Saat melihat fragmen fosil tersebut, dia merasa bentuknya menyerupai fosil manusia purba yang ditemukan di Belanda. “Seharusnya [fosil] manusia ini,” pikirnya pada waktu itu.
Harold langsung mengecek data-data yang dia punya untuk melihat kecocokan temuannya dengan fragmen manusia purba Neandhertal di Belanda.
Setelah dibandingkan, ia mengidentifikasi temuan tersebut sebagai sisa-sisa manusia purba, khususnya fragmen frontal atau potongan tulang dahi dari Homo erectus.
Kumpulan fosil yang ditemukan Harold di pulau reklamasi.Sumber gambar,Dok. Harold Berghuis Selain fragmen frontal, Harold juga menemukan fragmen parietal Homo erectus, yaitu bagian atas tempurung kepala sebelah kanan atau kiri.
Fragmen ini sebenarnya dia temukan pada 2015 lalu, tetapi dia tidak menyadarinya dan baru diketahui setelah fosil itu dikirim dan diperiksa di Museum Geologi Bandung.
Fosil-fosil Homo erectus ini diperkirakan berasal dari 140 ribu tahun lalu.
Menurut Harold, sejauh ini ada empat fosil manusia purba yang ditemukan dari dasar laut, yakni fragmen Neanderthal dari Laut Utara di Belanda, fosil tulang rahang Denisova dari Selat Taiwan, dan dua fragmen Homo erectus dari Selat Madura.
