Sejak mendirikan usaha rumahan pada 2011, Ibu Nira menghadapi berbagai tantangan. Namun dengan ketekunan dan dukungan dari PNM, ia berhasil menembus pasar internasional, bahkan menerima pesanan 601 pasang baju adat Dayak dari Malaysia. Pendampingan yang berkelanjutan dari PNM Mekaar menjadi kunci pertumbuhan usaha tersebut, sekaligus mengangkat pertumbuhan ekonomi dan sosial para perempuan yang terlibat di dalamnya.
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menyampaikan apresiasinya terhadap semangat pemberdayaan yang dijalankan oleh Ibu Nira bersama PNM. “Kami di PNM sangat bangga menjadi bagian dari perjuangan Ibu Nira.
Keberhasilan beliau bukan hanya berdampak pada skala ekonomi lokal, tetapi juga menginspirasi gerakan pemberdayaan yang lebih luas. PNM akan terus berperan aktif sebagai mitra yang menemani tumbuh bersama dan mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga bagi perempuan Indonesia,” ujar Arief.
Ini adalah bukti bahwa PNM tidak hanya hadir dalam bentuk pembiayaan dan pemberdayaan semata, tetapi juga mendampingi setiap langkah pertumbuhan UMKM secara nyata. Dari produk rumahan hingga menembus pasar ekspor, PNM konsisten memberikan dukungan berkelanjutan agar UMKM terus naik kelas dan berdaya saing di tingkat global.
PNM berharap kisah Ibu Nira dapat menginspirasi perempuan lainnya di seluruh penjuru Indonesia untuk berani bangkit dan mengambil peran sebagai penggerak ekonomi keluarga. PNM Mekaar akan selalu siap mendampingi setiap langkah perjuangan mereka, sebagai mitra yang tumbuh bersama dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan. (Sol)
