Sri menjelaskan, saat ini rumah subsidi ada berbagai ukuran mulai dari tipe 21, tipe 27 hingga maksimal tipe 36. “Sekarang untuk tipe 21 dan tipe 27 mulai jarang dan saat ini PKP sedang berencana menambah fitur baru fitur yakni Tipe baru dan hal ini juga belum final karena kami terus melakukan diskusi stakeholder mulai dari pengembang perumahan, Kadin, Hipmi, IAI dan lainnya untuk mohon masukannya. Tujuannya tipe rumah lebih kecil agar lebih banyak masyarakat khususnya generasi muda dan Gen Z yang lebih milih rumah dekat rumah kerja, rumahnya minimalis, harganya terjangkau di kawasan perkotaan,” terangnya.
Hal senada juga disampaikan Koordinator Bankir Muda dari Nobu Bank, Ryanna. Dirinya menyatakan, para bankir muda juga sangat memerlukan hunian layak dan terjangkau di kawasan perkotaan. Apalagi gaji para bankir muda saat awal bekerja tidak terlalu besar sehingga dengan adanya pilihan rumah subsidi yang harganya serta angsuran yang terjangkau akan membantu mereka memiliki rumah yang layak.
