Yakup menilai, pihak yang menuduh ijazah Jokowi palsu kemungkinan besar tidak akan percaya, meski bukti fisik sudah di depan mata.
“Kalau kita tunjukkan, apakah mungkin mereka bisa menentukan ini asli atau tidak? Misalnya saya bawa ijazahnya, saya kasih ke mereka. Nih, saya perlihatkan. Bisa enggak Anda membuktikan bahwa ini asli? Kan tidak mungkin juga. Ya, itulah yang mereka coba menarasikan,” jelasnya.
Atas dasar itu, Yakup meminta semua pihak menghormati hasil verifikasi resmi dari Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, yang telah menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli. (far)

