“Yang perlu kita sadari bersama, IPDN adalah lembaga pendidikan kedinasan terbesar di Indonesia,” ungkapnya.
Berdasarkan data, alumni IPDN saat ini sudah lebih dari 34 ribu orang, tersebar di seluruh Indonesia dan telah menduduki berbagai jabatan penting, mulai dari bupati, wali kota, sekretaris daerah (sekda), hingga anggota DPR. Karena itu, IPDN harus melahirkan ASN yang tidak hanya cakap dalam ilmu pemerintahan, tetapi juga memiliki karakter, fisik yang kuat, dan mental yang tangguh. Hal inilah yang menjadi keunggulan IPDN dibandingkan perguruan tinggi biasa.
“Tidak hanya sekadar pelajaran akademik yang dinilai, tapi juga mirip dengan sekolah kedinasan seperti Akmil, Akpol. Fisik juga dilatih agar sehat, dan kemudian mental, karakter, pendidikan karakter,” terangnya.
Ia juga mendorong para praja IPDN agar tidak ragu melanjutkan studi ke luar negeri. Hal ini mengingat semakin kompleksnya tantangan yang akan dihadapi Indonesia pada 2045, khususnya dalam aspek tata kelola pemerintahan, perkembangan teknologi digital, dan dinamika geopolitik. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan sosok pemimpin birokrasi yang tidak hanya andal dalam urusan teknis pemerintahan, tetapi juga memiliki wawasan global, pola pikir terbuka, serta ketangguhan dalam menghadapi perubahan zaman.
