“Kita tahu bahwa pemimpin-pemimpin kita menginginkan ada reformasi atau revolusi budaya. Revolusi kultur yang lebih baik. Seperti negara-negara maju. Kita adalah negara besar, 285 juta orang. Tidak mungkin akan instan bisa mengubah itu. Mengubah itu perlu langkah-langkah sistematis,” tambahnya.
Mendagri juga mengapresiasi rencana IPDN untuk meningkatkan kualitas akademik dan pembelajaran berbasis praktik. Kurikulum baru yang akan diberlakukan menitikberatkan pada pengetahuan terbaru serta mendorong peningkatan penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.
“Berkaitan dengan masalah kurikulum ini, itulah tadi jangan sampai terjebak, terperangkap dalam materi yang itu-itu saja. Materi dasar okelah untuk matrikulasi, penyesuaian, tapi update terus informasi atau pengetahuan-pengetahuan, penemuan-penemuan, buku-buku baru,” imbuhnya.
Sementara itu, Rektor IPDN Halilul Khairi mengungkapkan, IPDN saat ini memiliki 3.607 praja aktif dan ditunjang oleh 272 dosen, dengan komposisi akademik yang kuat, termasuk 137 dosen berpendidikan magister dan 135 dosen bergelar doktor. Dari jumlah tersebut, 18 dosen merupakan alumni dari perguruan tinggi luar negeri.
