Dia berharap ke depannya, kolaborasi baik dengan Sudin Parekraf Jaktim dapat lebih meningkat lagi. Hal ini untuk meningkatkan perekonomian para pedagang batu akik dan permata khususnya.
Biasanya dalam menggelar kegiatan serupa, Asosiasi Puspa Cakra kerja sama dengan komunitas pecinta bacan, pandan, garut hingga kalimaya di Pasar Rawa Bening.
“Demam batu akik dan permata ini kian merata dari Aceh sampai Papua. Kami pun membentuk komunitas-komunitas di seluruh Indonesia, kita ajak kolaborasi semua,” ujar Jes.
Seiring berjalan waktu, batu akik dan permata ini mulai demam di kalangan Gen Z dan atau generasi muda.
“Ya Gen Z mulai ikutin tren ya, udah mulai. Tapi ya masih terbatas di kalangan tertentu. Hanya saja sudah mulai banyak juga sih,” ungkap Jes.
Menurut Jes, mereka Gen Z juga lebih kreatif. Salah satu contoh, mereka kreatif membentuk ring cincin agar tampak enak dipandang mata.
“Dipadukan dengan tren-tren sekarang nih, digabungin sama mereka. Jadi tren-tren sekarang, gelang, apa cincin, digabungin dengan batu akik dan batu mulia sama mereka. Makanya mulai banyak generasi-generasi muda yang datang berburu akik permata kemari,” tukasnya.
