Galih menekankan bahwa meski berada pada level Bronze, turnamen ini sangat penting sebagai wadah bagi atlet nasional untuk mengasah pengalaman bersaing di kancah internasional. Terlebih, banyak peserta berada pada peringkat dunia 200–300, menjadikannya tantangan sekaligus pembelajaran berharga.
“Saya sangat senang turnamen internasional ini digelar di Indonesia. Ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga memperkenalkan wajah Indonesia. Setelah Jakarta, kami lanjutkan ke Bali untuk menunjukkan keindahan negeri ini kepada dunia,” ujar Galih.
Partai final kategori ganda putra mempertemukan pasangan asal Spanyol, Sergei Nouguras Lorenz dan Mark Bernils Garcia, dengan pasangan campuran Spanyol–Italia, Miguel Melero Bernal dan Nicolas Zurita. Sergei dan Mark tampil solid dan memastikan gelar juara usai menang dua set langsung dengan skor 7–5, 6–2.
“Kami sangat bersyukur bisa bermain di sini. Ini pertandingan pertama kami di Jakarta dalam rangkaian FIP. Antusiasme penonton di sini luar biasa, berbeda dengan negara lain,” ujar Sergei.
