Menurutnya, dampak dari program restrukturisasi itu terbukti membawa dampak positif. Berdasarkan data perusahaan peserta program, terjadi peningkatan efisiensi proses hingga 11%, peningkatan mutu produk hingga 21%, dan produktivitas yang meningkat hingga 24%.
“Pemerintah juga terus memfasilitasi pengembangan industri furnitur melalui penyediaan bahan baku, pelatihan SDM, riset pasar, serta kebijakan fiskal seperti tax holiday, super deduction tax, dan kemudahan ekspor-impor,” tambahnya.
Putu berharap penyelenggaraan Indo Wood Expo 2025 – Surabaya Edition dapat menjadi ajang strategis bagi pelaku industri untuk mengakses teknologi terkini, bahan baku unggulan, dan peluang pasar ekspor. “Saya mengucapkan selamat kepada HIMKI, Pablo Publishing & Exhibition, dan Dyandra Promosindo atas terselenggaranya pameran ini. Semoga sukses dan membawa manfaat luas bagi industri furnitur nasional,” pungkasnya. (ahmad)
