IPOL.ID – Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, mengatakan, industri furniture memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan sektor industri agro dan perekonomian nasional secara keseluruhan.
“Industri agro memainkan peranan penting dalam perekonomian nasional. Pada Triwulan I tahun 2025, sektor ini berkontribusi sebesar 52,19% terhadap PDB industri pengolahan non-migas. Salah satu penopangnya adalah industri furnitur,” kata Putu saat membuka Indo Wood Expo 2025 – Surabaya Edition di Surabaya, Jawa Timur, melansir Jumat (20/6/2025).
Dia menyebutkan, sebagai sub sektor industri agro, industri furnitur mencatatkan kontribusi sebesar 1,15% pada tahun 2024 atau tumbuh 2,07% dibanding tahun sebelumnya.
Ekspor furniture Indonesia juga menunjukkan tren positif. “Nilai ekspor furniture Indonesia (HS 9401-9403) meningkat dari USD1,85 miliar pada 2023 menjadi USD1,91 miliar pada 2024, naik sekitar 3%,” ujarnya.
Putu juga mengemukakan, pasar global furniture sangat potensial, yang perlu dimanfaatkan oleh para pelaku industri dalam negeri. Berdasarkan data Expert Market Research, nilai pasar furnitur dunia pada tahun 2024 mencapai USD660 miliar dan diperkirakan tumbuh 4,9% per tahun hingga 2034. “Kondisi ini merupakan peluang besar bagi industri furnitur Indonesia untuk meningkatkan ekspor dan pangsa pasar global,” ungkapnya.
