Tujuan besarnya adalah bagaimana pihaknya mengoneksikan para stakeholder dalam satu kegiatan yang sama menjahit kolaborasi.
“Indonesia sebagai negara Maritim sayangnya secara Go Public awarenessnya kurang. Jadi tujuan kami membangun awareness, kedua, membuka peluang industri logistik dan kepelabuhan agar lebih diketahui oleh masyarakat umum, ketiga, membuka kolaborasi lintas sektoral,” jelas Haikal.
Menariknya, kata Haikal, ketertarikan bahwa Pelindo setelah merger mereka lebih kuat karena infrastrukturnya dan pelabuhannya (non-pemerintah). Jadi ini juga terkait pihak luar untuk dapat menjalin kerja sama dengan para industri logistik serta stakeholder lainnya.
Dengan kolaborasi, diharapkan industri dan pelabuhan, logistik akan dapat berkembang, tidak hanya pengusaha lokalnya saja tetapi pengusaha luar untuk berinvestasi bisa masuk dengan aman dan nyaman. Mereka dapat melihat Indonesia sebagai negara strategis.
“Indonesia itu siap sebagai negara Bahari dan Maritim, punya Pelabuhan Sunda Kelapa-nya, kami ingin meyakinkan pemerintah bahwa harus serius dan menyiapkan apa yang dibutuhkan para investor asing”.
