Hanya saja, Akmal memang tidak dapat tampil sempurna pada partai puncak ini. Di tengah set kedua, kaki kirinya mengalami kram dan butuh pertolongan medis. Sebab itu, bagel mau tak mau dimakannya.
Bagaimana pun juga, keberhasilan ini menuntaskan dahaga Michal akan gelar tunggal ITF. Bukan waktu puasa yang sebentar, penggemar Tegar Abdi ini mesti mencari selama empat tahun sejak memulai karir.
Sayangnya, perolehan trofi Michal tidak bertambah pada seri ini. Duetnya bersama Raphael Rio Suryana kandas di semi final. Duo Sukoharjo ini mengakui duo Tiongkok, Luxuan Xie/Shao Zhang, 6-2, 5-7, 7-10—duo ini akhirnya menyerahkan trofi ganda ke duo Taiwan, Weibo Huang/Ting-Ho Yang, 4-6, 2-6.
Sementara itu, Mischka menyapu bersih sektor putri. Ini adalah perkawinan gelar tunggal dan ganda ketiganya. Pada final tunggal, atlet binaan Next Gen Tennis Academy Jakarta meraih trofi tunggal keempatnya setelah menyudahi petenis Tiongkok, Siyun Xiao, 6-4, 6-4.
Pada final ganda, Mischka/Shinar mengatasi duo gado-gado Indonesia-Tiongkok, Jeanne Lynn Hartono/Jihan Li. Di partai puncak ideal, unggulan pertama mengamini prediksi atas kertas lewat kemenangan dua set, 6-1, 7-6(4).
