“Sejauh ini aku baru sekali (main di kelas atas). Pas itu main di level J200 Kuala Lumpur, Malaysia. Aku udah bagus bisa menembus babak kualifikasi meskipun mesti mengakui lawanku di first round. Lawanku (Kimiko Copper) betul-betul intens permainannya. Pas melihat pertandingan lain, pemain-pemain dengan peringkat tinggi, pukulannya juga jauh lebih kuat, bagus, dan rapih” pungkas Mischka, yang hanya mengikuti seri pertama gelaran yang konsisten diselenggarakan oleh klub DETEC ini.
Bukan, bukan karena Mischka merasa melampaui level J30. Akan tetapi, sebagai student athlete, ada agenda sekolahnya yang tidak boleh ditinggalkan. Pencapaian akademik baginya sepenting prestasi di lapangan.
Hal ini pun membuka peluang lebar bagi keinginan Shinar. Belia 17 tahun bertekad meraih trofi tunggal ITF perdana. Apalagi, peringkatnya, ke-927 dunia, menempatkannya sebagai unggulan teratas seri kedua.
