“Ini pertama kali, kami tampil bersama. Seneng banget bisa langsung meraih gelar juara,” papar Shinar, selepas berkalung emas ITF perdananya pada tahun ini sekaligus emas ganda kelima di sepanjang karir.
“Tapi, chemistry kami sudah ada dari lama kok,” timpal Mischka, “Kami temenan udah dari kecil. Dulu, kami sempat berlatih bersama di salah satu klub di Jakarta. Jadi, gampang aja buat kami main kompak.”
Sekalipun begitu, Mischka/Shinar sempat limbung pada set kedua. Keunggulan tiga game-nya terkikis perlahan-lahan. Setelah memberikan bagel pada set pertama, mereka terkejut ketika Joanne/Jihan menembak dengan lebih terarah. Ketidaksigapan dalam bertahan pun memberikan set ini tie break.
Mischka, pemilik sepuluh trofi ganda ITF, memaparkan bahwa, “kami juga kehilangan fokus di set ini. Pukulan mereka lebih jarang mati, masuk terus, skor kecilnya ketat terus. Nembaknya jadi ragu-ragu.”
Keragua-raguan itu memantik diskusi pada jeda jelang tie break. Mereka mengakui dan bertekad melampauinya. Kelembapan petang yang menggarami tubuh turut memotivasi mereka untuk menyudahi partai lebih dini. Di bawah awan mendung, mereka menemukan kembali secercah kepercayaan diri.
