Kebutuhan domestik saat ini masih kecil, sehingga ekspor masih menjadi pilihan yang lebih menguntungkan. Produksi PKS saat ini mencapai sekitar 14 juta ton, dan yang diekspor mencapai 35 persen dari ketersediaan PKS dalam negeri.
Ekspor PKS ke Jepang saat ini mencapai 4,5 juta ton per tahun. Kebutuhan pasar biomassa Jepang pada 2025-2026 diperkirakan akan meningkat menjadi 7 juta ton per tahun, dengan PKS dan wood pellet menjadi andalan kebutuhan Jepang.
PKS juga bisa digunakan sebagai bahan bakar penghasil listrik tenaga termal yang lebih rendah emisi karbon dioksida, sehingga cocok untuk industri. Selain itu, PKS juga digunakan sebagai arang aktif berkinerja tinggi yang dapat digunakan memulihkan pelarut, membersihkan udara, dan memurnikan air.
Sehubungan dengan ini, Puntodewi menambahkan, Pemerintah Indonesia berkomitmen terus
meningkatkan ekspor produk biomassa seperti PKS dan wood pellet ke Jepang. Adanya sertifikasi produk berkelanjutan menunjukkan keberpihakan pemerintah pada prinsip ekonomi hijau dan menunjukkan kampanye negatif terhadap Indonesia tidak benar.
