Ledy menjelaskan, teman-teman wartawan merupakan pilar publikasi kebijakan-kebijakan pemerintah untuk disampaikan kepada masyarakat.
“Karena teman-teman wartawan sangat berjasa terhadap penyampaian kebijakan-kebijakan yang telah dibuat oleh Pemerintah daerah kepada masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Bappelitbangda Kota Tangsel, Buana Mahardika memaparkan bahwa pemotongan anggaran publikasi ini berawal saat Presiden Prabowo mengeluarkan kebijakan efisiensi.
Dimana, menurutnya, ada kata pembatasan terhadap publikasi dan yang lainnya.
“Kalau saya lihat bahwa efisiensi anggaran publikasi ini hanya berkurang 13 hingga 15 persen saja, mungkin hanya porsi yang dikurangi,” paparnya.
Lalu, Direktur Utama Tangerang Online, Abi Jumaedi menjelaskan, adanya pemangkasan anggaran publikasi ini memang sangat berdampak bagi perusahaan media.
Karena, lanjutnya, perusahaan media terkhusus media lokal menggantungkan hidupnya terhadap APBD di Pemerintah Kota Tangsel.
“Ini jujur pemangkasan berdampak terhadap perusahaan media, karena bagaimanapun teman-teman media lokal lebih dari 100 persen menggantungkan hidupnya di APBD Kota Tangsel,” jelasnya.
