Sedangkan di ganda putra remaja, Faza Iwadh Kurnia Ramdhan/Muhammad Lutfhi Habibi (Djarum Kudus) mengukuhkan diri sebagai kampiun. Di final, mereka menundukkan Erfan Al Bariy/Restu Unggul Praja Mulya (Jaya Raya Jakarta), 21-16, 23-21.
“Tadi kami berusaha terus dan pantang menyerah meski di gim kedua sempat ketinggalan 16-20. Ini gelar ketiga kami tahun ini setelah memenangi Sirnas Surabaya dan di BAT Yonex Junior International 2025 Thailand,” kata Lutfhi dan Ramdhan.
Di ganda putri remaja, Nathania Prasetya/Wanda Subadra Sabda Uninga (Jaya Raya) menjadi jawara usai mengalahkan rekan seklub, Afizzah Rahmadhani/Aura Nadin Gunawan dengan skor 21-10, 21-8.
“Ini gelar pertama kami di Sirnas. Kami bisa bermain maksimal dan akhirnya jadi juara. Tadi kunci kemenangan ini kami hanya bermain nothing to lose. Meski bertemu teman sendiri, laga tadi rasanya juga lebih mudah. Rasanya jauh lebih sulit saat main di perempafinal lawan wakil klub Djarum,” kata Nathania.
Di tunggal putri taruna, Auberta Zerlina
(Exist Badminton Club) tampil sebagai yang terbaik. Dia mampu mengatasi perlawanan Jolin Angelia (Djarum Kudus) dengan skor 22-24, 22-20, 21-19.

