Di wilayah Sematera, hingga Rabu, 18 Juni 2025, luas lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau mencapai lebih dari 157 hektar. Wilayah dengan kebakaran terluas meliputi Kabupaten Bengkalis, Dumai, dan Pelalawan.
“Pemadaman terus dilakukan baik dari darat maupun udara,” ujarnya.
Sebelumnya, bencana banjir masih berdampak luas di Kabupaten Demak sejak tanggul Sungai Tuntang jebol pada 17 Mei 2025 lalu. Peristiwa ini merendam 37 desa di 5 kecamatan, dengan populasi terdampak mencapai sekitar 10.104 KK. Kerusakan material mencakup lebih dari 10.000 unit rumah, 39 fasilitas pendidikan, 730 hektar lahan pertanian, serta fasilitas umum seperti pasar, kantor, tempat ibadah, dan akses jalan.
Sebagai bentuk respon, BPBD Kabupaten Demak bersama sejumlah pihak melakukan penanganan darurat, termasuk penutupan tanggul, pompanisasi di titik kritis, serta pendistribusian logistik dan alat berat. Sejumlah wilayah seperti Desa Sayung dan Kalisari kini mulai surut, meski genangan air rob masih terjadi di kawasan Pantura.
