“Pemerintah tetap berkomitmen pada rencana restrukturisasi subsidi bensin RON95 … pemerintah menjamin masyarakat tidak akan terdampak,” kata Anwar dalam pidatonya.
Langkah ini datang di tengah melemahnya dukungan publik terhadap pemerintahannya, yang kini memasuki pertengahan masa jabatan. Kebijakan pemotongan subsidi dan pengenaan pajak baru atas barang impor telah memperbesar tekanan ekonomi bagi masyarakat.
Sejumlah warga melaporkan beban hidup yang semakin berat. Melalui kebijakan bantuan langsung dan subsidi terarah, Anwar tampak berupaya memulihkan kepercayaan publik dan menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi kelompok paling rentan dari dampak krisis biaya hidup. (far)
