“Itu sudah sangat ideal, karena ada lima posisi yang dimaksimalkan pemain-pemain kita, untuk bisa terus mengasah kemampuannya,” kata pria yang biasa disapa RD ini menjelaskan.
Dalam perspektif Rahmad, kebijakan 11 pemain asing dengan delapan di antaranya bisa menjadi starter, akan mengurangi menit tampil pemain lokal. Ini bisa mendegradasi pemain lokal.
Namun, di satu lain, ada kebutuhan industri yang tidak bisa dihindari. Karena itu Rahmad berharap kebijakan ini nantinya dikomparasi dengan musim lalu untuk musim 2026/2027.
“Saya juga mengerti, proyeksi ini berkaitan dengan industri sepak bola, meski pertanyaan ini memang belum waktunya saya jawab,” kata pelatih asal Metro, Lampung, ini.
“Tapi keputusan sudah dibuat. Sekarang tinggal komparasi hasilnya seperti apa. Harus kita taati dan ikuti, apakah musim depan lebih ideal enam yang bermain, atau delapan yang bermain.”
Olde Riekerink, pelatih Dewa United, punya pandangan berbeda. Menurutnya, pemain Indonesia bisa dan mampu bersaing dengan pemain asing asal berlatih keras.
