Olde memberi contoh Theo Fillo Numberi. Menurutnya, Theo adalah salah satu bukti bahwa pemain Indonesia bisa bersaing. Kualitas pemain 23 tahun ini dinilai tak kalah dengan pemain asing.
“Kalau Anda lihat pemain seperti Theo, dia masih muda tapi bisa mendominasi pertandingan. Ini juga tentang bagaimana kami mengembangkan pemain,” kata Olde, Sabtu (12/7).
“Pemain Indonesia bisa belajar banyak dari pemain asing. Jika mereka berlatih bersama, dengan intensitas tinggi, maka mereka akan berkembang,” ucap pelatih asal Belanda tersebut.
Contoh lainnya adalah Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri, Wahyu Prasetyo, dan Edo Febriansah. Kualitas mereka tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka bukan anomali, tetapi realitas.
“Jika pemain Indonesia bisa berlatih dengan kualitas pemain asing, mereka akan tumbuh. Tapi hari ini, kalau lihat Theo, Anda bahkan tidak akan tahu kalau dia bukan pemain asing.”
“Artinya, pemain Indonesia punya kualitas. Pemain asing dan lokal bisa saling meningkatkan di dalam latihan,” kata pelatih yang sempat menangani klub Turki, Galatasaray ini. (bam)
