Ia menegaskan bahwa kehadiran peserta dari berbagai wilayah Indonesia—dari kampung hingga kota, dari ujung timur sampai barat—membuktikan bahwa mimpi untuk menjadi pemain hebat dan membela tim nasional adalah milik semua anak Indonesia.
“Yang paling penting, kalian ingin membuat orang tua kalian bangga. Dan tugas kami di pemerintah adalah membuka jalan agar mimpi itu bisa terus tumbuh,” lanjutnya.
Menurutnya, Liga Anak Indonesia bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi wadah untuk belajar, bertanding dengan hati gembira, dan menumbuhkan semangat serta persahabatan.
“Kami sengaja memilih format baru agar semua anak punya kesempatan tampil. Bukan hanya yang menang yang penting, tapi setiap anak harus tumbuh dan berkembang. Pemerintah hadir bukan hanya untuk membuka acara, tapi untuk mendukung kalian memiliki masa depan yang cerah,” ujar Wamenpora disambut tepuk tangan meriah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pendamping, orang tua, dan seluruh panitia serta sponsor utama, termasuk tim dari Inaspro dan LPDUK yang telah bekerja keras menyukseskan ajang ini.
