Di luar kondisi kebakaran, para relawan REDKAR juga aktif mengedukasi masyarakat, menyebarluaskan informasi pencegahan, serta memantau kondisi lingkungan secara berkala. Dengan meningkatnya risiko kebakaran dan ancaman kebakaran hutan dan lahan, pemerintah menilai peran REDKAR sangat strategis dalam memperkuat sistem ketahanan lokal berbasis masyarakat.
Untuk memperluas keanggotaan, pemerintah meluncurkan aplikasi REDKAR pada Maret 2022. Sejak itu, lebih dari 10.000 relawan telah mendaftarkan diri melalui platform tersebut. Data mencatat peningkatan signifikan jumlah anggota REDKAR, dari 20.675 orang pada 2022 menjadi 53.986 relawan hingga pertengahan 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam kesiapsiagaan kebakaran.

Saat ini, Provinsi DKI Jakarta tercatat sebagai wilayah dengan jumlah anggota REDKAR terbanyak, disusul Kalimantan Selatan dan Jawa Barat. Peningkatan ini turut didukung oleh pembinaan aktif dari pemerintah daerah dan dinas pemadam kebakaran setempat.
