Tak hanya pembelajaran, Nadine juga merasakan manfaat relasi dan pengembangan diri dari ajang ini.
“Pengalaman yang paling berharga, saya bisa berkompetisi dan menunjukkan kemampuan di antara teman-teman hebat dari seluruh Indonesia. Kami saling memotivasi untuk terus berkarya dan berkembang,” tambahnya.
Ia juga berpesan kepada teman-teman sebayanya dan adik-adik tingkat,
“Jangan pernah takut untuk mencoba. Manfaatkan masa muda untuk terus berkarya, memperbarui diri, menambah pengalaman, dan menjadi pemuda yang memberi kontribusi. Jangan jadi pemuda yang dikalahkan oleh rasa takut mencoba,” tutup Nadine.
Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, turut bangga atas capaian dua siswanya dalam ajang bergengsi tersebut.
“Prestasi Nadine dan Sultan menunjukkan bahwa madrasah mampu bersaing di kancah global. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya unggul dalam nilai-nilai keislaman, tetapi juga dalam daya saing dan kepemimpinan global,” ungkap beliau.
Program YLEC ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para pemuda Indonesia, khususnya siswa-siswi madrasah, untuk aktif dalam forum internasional dan menjadi agen perubahan yang membawa dampak nyata bagi masyarakat. (ahmad)
