Sementara itu Gus Ipul menyampaikan anggaran Sekolah Rakyat telah mendapatkan restu dari Kementerian Keuangan dan Bappenas.
“Alhamdulillah, usulan kami untuk Sekolah Rakyat telah dibahas dan disetujui. Komisi VIII pun telah menyetujui dalam rapat ini,” ucap Gus Ipul.
Tambahan anggaran sebesar Rp1,19 triliun itu dialokasikan untuk berbagai kebutuhan program Sekolah Rakyat, dengan rincian sebagai berikut:
– Pengembangan kurikulum: Rp3 miliar
– Gaji guru: Rp119 miliar
– Biaya operasional sekolah: Rp497 miliar
– Jaringan komunikasi dan data: Rp11 miliar
– Gaji, tunjangan kinerja, dan tunjangan profesi guru: Rp177 miliar
– Layanan sarana dan prasarana internal: Rp341 miliar
Untuk tahap pertama Sekolah Rakyat akan dilaksanakan di 100 lokasi di berbagai wilayah Indonesia, dengan 63 lokasi telah siap beroperasi dan 37 lainnya masih dalam proses finalisasi renovasi. Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada 14 Juli 2025.
Tahap awal akan menampung 256 rombongan belajar dengan total 6.300 siswa. Apabila seluruh lokasi rampung, kapasitas penerimaan bisa meningkat hingga 9.750 siswa.
