Kapolri juga menekankan pentingnya sinergi dalam menghadapi tantangan global saat ini yang ditandai dengan kondisi 6K, yaitu krisis, konflik, kedaulatan, ketimpangan, ketidakpastian, dan kerusakan lingkungan.
“Kita berharap, di tengah situasi global yang penuh tantangan, kita tetap bisa bersinergi menjaga iklim investasi agar terus tumbuh, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan tentu saja menjamin kesejahteraan para buruh kita,” tegas Jenderal Sigit.
Terkait pembentukan Desk Ketenagakerjaan, Kapolri menjelaskan bahwa Polri kini memiliki wadah penyelesaian masalah industrial secara lebih humanis dan solutif. Banyak konflik yang sebelumnya berlangsung bertahun-tahun, kini bisa diselesaikan dengan pendekatan mediasi.
“Desk Ketenagakerjaan ini dibentuk sebagai jembatan antara buruh dan pengusaha. Prinsipnya humanis, mediasi diutamakan, dan penegakan hukum jadi langkah terakhir,” ungkap Kapolri.
Selain itu, Polri juga terus memperkuat kolaborasi dengan pimpinan serikat buruh melalui pelatihan kepada ribuan peserta untuk memperluas pemahaman ketenagakerjaan.
