Para anak pejuang kanker mendapatkan edukasi cerita rakyat legenda wayang Gatot Kaca dan memerankan sejumlah tokoh di dalamnya, salah satunya Satria seorang anak yang merupakan reinkarnasi dari Gatot Kaca.
Ketua Yayasan Pita Kuning, Tyas Amalia, 37, menuturkan, salah satu program di Pita Kuning fokus untuk memberikan pendampingan psiko sosial kepada anak-anak pejuang kanker usia 0-18 tahun dari keluarga prasejahtera.
Karena seperti diketahui bersama melihat proses pengobatannya yang panjang dari rumah ke rumah sakit pada kanker anak ini sangat melelahkan.
“Kami ingin meningkatkan kualitas hidup anak pejuang kanker dari keluarga prasejarah, agar bisa nyaman berobat,” kata Ketua Pita Kuning, Tyas pada ipol.id di Kidzania Mall Pacific Place, SCBD, Sabtu.
Pita Kuning menginginkan hak-hak anak pejuang kanker untuk tetap bermain dan belajar. Karena anak-anak pejuang kanker ini fokus pada pengobatan. Akhirnya yang tadinya sekolah jadi putus sekolah, mau bermain dengan lingkungan menjadi terbatas.

