“Ini momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh mereka. Orangtua dan anak pejuang kanker sangat jarang bermain keluar, kami tak punya rumah singgah, kami kunjungi mereka di rumah masing-masing”.
Tentunya Pita Kuning bekerja sama dalam hal advokasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Sosial, dan yayasan serupa lainnya.
“Semua pihak kami ajak kolaborasi,” ujar Tyas.
Sejauh ini Pita Kuning sudah ada di empat kota di Jabodetabek, Medan, Yogyakarta dan Bali. Saat ini ada sebanyak 30 anak pejuang kanker diberikan pendampingan dan bantuan secara holistik.
“Kami kolaborasi dengan Tim medis, Dokter anak untuk tahu perkembangan anak. Dan kami menjembatani mendampingi, konsultasi, memberikan informasi kepada anak, agar treatmennya diberikan tepat sasaran, dan dipahami orangtua”.
Sejauh ini, Pita Kuning juga tengah melakukan langkah edukasi ke sekolah-sekolah dan pihaknya terbuka lebar jika ada puskesmas dan komunitas lain membutuhkannya (edukasi-red). Selain itu, pihaknya juga membuat konten edukasi di media sosial agar edukasi dilakukan dapat lebih luas lagi.

