“Sehingga saya mengharapkan dari ASN ini [yang menjadi] agent of change adalah lulusan IPDN,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau para alumni IPDN untuk memperkuat pengetahuan, salah satunya melalui studi lanjut ke luar negeri. Mendagri juga mendorong agar alumni memanfaatkan program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menambahkan kurikulum di IPDN yang melatih para praja untuk mahir berbahasa asing. Kemampuan ini penting karena menjadi salah satu syarat utama dalam memperoleh beasiswa LPDP. Ia meyakini bahwa alumni IPDN merupakan individu terpilih dengan kapasitas pengetahuan yang mumpuni dan dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk dalam kemampuan berbahasa asing.
“Kalau saya tahu anak-anak di sini (IPDN) adalah anak-anak yang pintar.
Mereka lebih dari 30 ribu orang bayangkan yang tes, yang diterima hanya lebih kurang 1.000 orang,” ujarnya.
Mendagri menjelaskan bahwa melanjutkan pendidikan ke luar negeri memiliki banyak keuntungan, antara lain mendapatkan pengetahuan baru, memperluas jaringan internasional, dan mengenal budaya lain melalui interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara.
