“Di wilayah Bandar Lampung dengan segala keterbatasan karena kami adalah wilayah perkotaan yang bukan wilayah produksi, ada konsekuensi semakin berkurangnya lahan-lahan produksi pertanian karena alih fungsi lahan. Tetapi, keterbatasan ini tidak mengurangi semangat untuk melakukan berbagai inovasi-inovasi untuk mengatasi keterbatasan tersebut,” papar Ichwan Adji Wibowo.
Di antaranya, dengan pelaksanaan program ‘urban farming’ yakni pertanian atau peternakan di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan bahan pangan.
Kemudian program vertikultur yakni sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat untuk memanfaatkan ruang terbatas dengan menanam tanaman secara bertingkat. Terdapat juga program inovasi untuk pemanfaatan lahan pekarangan, pengembangan pangan lokal, serta gerakan stop boros pangan.
“Langkah-langkah yang telah dilakukan Pemkot Bandar Lampung dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian, diharapkan mampu berimplikasi dalam mengembangkan program swasembada pangan di daerah. Sehingga kedepannya hasil produksi pertanian lokal mampu memenuhi kebutuhan pangan secara nasional. Dengan demikian, akan terbentuk kemandirian pangan nasional yang mampu menekan impor pada komoditas tertentu,” tutur Ichwan Adji Wibowo.
