Merespons bencana di Kabupaten Poso, BNPB telah mengirimkan tim reaksi cepat untuk mendukung pemerintah daerah dalam manajemen informasi. Koordinasi dan pemantauan dengan BPBD setempat juga terus dilakukan oleh Pusat Pengendalian Operasi BNPB.
Sementara, gempa susulan masih terjadi hingga Jumat (25/7/2025). Hasil monitoring Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hingga pukul 11.00 WITA atau waktu setempat, sebanyak 103 kali gempa susulan terjadi. Kekuatan terbesar menunjukkan M5,5, sedangkan terkecil M1,8.
Gempa Poso ini terdeteksi pada Kamis (24/7) pukul 20.06 WIB. Pusat gempa berada di wilayah Poso dengan kedalaman 10 km.
Menyikapi bahaya dan bencana gempa bumi, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga. Kewaspadaan tidak hanya untuk mengantisipasi bahaya gempa susulan, tetapi juga memastikan keamanan struktur bangunan sebelum warga kembali ke rumah masing-masing.
Di samping itu, warga diminta untuk tetap tenang dan tidak terpancing berita-berita bohong atau hoaks. (Joesvicar Iqbal)
