Ridawati dan Efendi merupakan salah dua dari 22 penerima manfaat program Sedekah Seribu Sehari, yang merupakan gerakan sosial digagas oleh Kantor Kementerian Agama Aceh Besar untuk membantu umat.
Semua itu bermula dari sebuah musyawarah kecil-kecilan di tahun 2024. Para kepala madrasah, kepala KUA, kepala Kantor Kemenag Aceh Besar dan para kepala seksi duduk bersama untuk menyusun rencana peringatan HAB Kementerian Agama.
Diskusi itu tak hanya berhenti pada soal seremoni atau upacara. Namun melahirkan sebuah gagasan yang kemudian menggerakkan hati banyak orang.
Gerakkannya menyisihkan Rp1.000 setiap hari dari setiap ASN. Bagi sebagian orang, seribu rupiah barangkali tak cukup untuk membeli permen. Namun di tangan yang ikhlas, angka itu berubah menjadi kekuatan.
Dalam kurun waktu 10 bulan, ratusan ASN di lingkungan Kemenag Aceh Besar menyumbang tanpa paksaan, tanpa catatan nama, hanya dengan niat untuk membantu sesama.
Dari gerakan kecil itu, terkumpul dana yang cukup untuk merehabilitasi 20 unit rumah guru honorer yang tak layak huni, serta membangun dua unit rumah baru dari nol.

