Semuanya diperuntukkan bagi mereka para honorer yang telah lama mengabdi dalam senyap, tanpa jaminan kesejahteraan yang memadai.
Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar H. Saifuddin, mengatakan program ini bukan sekadar membangun fisik rumah. Namun juga membangun harga diri, rasa aman, dan kepercayaan bahwa kebaikan masih hidup di dalam sistem pemerintahan.
Rumah-rumah itu tersebar di berbagai pelosok Aceh Besar. Proses pembangunannya secara gotong royong bersama masyarakat, tenaga ASN Kemenag, hingga relawan setempat.
“Ini bukan proyek besar dengan anggaran besar, tapi ini adalah gerakan hati yang dikerjakan bersama,” ujar Saifuddin.
Ia menyebutkan bahwa setiap rupiah yang terkumpul dipertanggungjawabkan, dan setiap rumah yang dibangun atau direnovasi dipilih berdasarkan survei dan verifikasi lapangan.
“Ini bukan sekadar bantuan materi, tapi bentuk kasih sayang dalam satu keluarga besar Kemenag Aceh Besar,” ujar pria yang akrab disapa Yahwa itu. ***

