“Para pemain saat ini cenderung lebih mengandalkan tenaga dan kekuatan fisik. Padahal, kepintaran dan kecerdasan sangat penting, terutama dalam menempatkan posisi dan mengatur tempo permainan,” ujar Maman kepada awak media di sela kegiatan, Selasa (1/7).
Maman yang juga dibantu Mika Swasdika (Pelatih Penjaga Gawang) dan Aris Yuliantoro (Asisten Pelatih), menjelaskan bahwa pada hari pertama, seluruh pemain dibagi secara acak menjadi empat tim dalam tiap kelompok usia. Di hari kedua, formasi tim mulai terbentuk dan setiap pemain sudah menempati posisi sesuai hasil pengamatan tim pelatih, untuk selanjutnya di tahap kedua atau gelombang kedua di gelar seleksi kembali untuk mendapatkan pemain yang kualitas serta kesempatan pemain lain nya untuk bisa bersaing
Maman juga menyoroti minimnya pemain yang menonjol di lini depan dan menginginkan ada pemain baru
“Sayangnya, beberapa posisi striker masih sangat kurang diminati atau dikuasai, padahal posisi ini sangat menentukan dan peluangnya besar dalam persaingan,” ungkapnya.
