“Sempat saya dengar pembicaraan orang tua dengan petugas rumah sakit, karena saya peserta aktif BPJS Kesehatan, segala biaya mulai dari pemeriksaan, rawat inap dan obat-obatan sudah terjamin, jadi tidak perlu bayar apa-apa lagi. Proses administrasinya juga tidak ribet, hanya diminta kartu BPJS Kesehatan saja tanpa tambahan berkas lain, menurut saya yang sudah paham tentang berharganya uang, masa itu pasti orang tua saya cukup lega karena tidak perlu pusing biaya berobat DBD,” lanjutnya.
Selama menjalani perawatan selama kurang lebih satu minggu lamanya, Oliv mengaku mendapatkan pelayanan medis yang memadai, termasuk infus, pemantauan trombosit, serta pemeriksaan laboratorium lanjutan setiap harinya. Setelah lima hari dirawat, hasil trombositnya perlahan naik, demam menurun, ruam merah di kulitnya perlahan hilang, dan ia mulai bisa makan dengan baik. Ia juga mendapat perhatian penuh dari tenaga kesehatan di rumah sakit, tanpa pembedaan layanan antara peserta JKN dan umum.
Usai dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah, Oliv dan keluarganya merasa sangat terbantu dengan adanya Program JKN. Mereka menyadari pentingnya proteksi diri dan keluarga saat terkena penyakit, khususnya yang membutuhkan pengobatan yang tepat. Hingga kini dirinya sudah menjalani aktivitas seperti biasa. Ia juga mengaku lebih sadar untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari penyakit yang serupa maupun penyakit lainnya.
