“Kami sangat terkesan dengan potensi fasilitas nuklir di Serpong yang kami kunjungi kemarin. Ada peluang besar untuk membangun kolaborasi antara Rosatom, BRIN, dan Tomsk Polytechnic University, baik dari sisi teknis maupun pengembangan SDM di bidang nuklir,” ungkap Anna.
Sementara itu, Deputy Director for International Nuclear Education di School of Nuclear Science & Engineering Tomsk Polytechnic University (TPU), Vera V. Verkhoturova, mengapresiasi dukungan penuh Kepala BRIN dalam memperkuat kemitraan antara BRIN, Politeknik Teknologi Nuklir, dan TPU.
Vera juga menyoroti salah satu pencapaian penting dari kolaborasi ini, yakni keberhasilan mahasiswa Ph.D. pertama asal Indonesia yang meneliti teknologi radiofarmasi dengan memanfaatkan akselerator dan siklotron—sebuah langkah signifikan dalam pengembangan teknologi nuklir di Indonesia.
Lebih lanjut, Vera mengungkapkan bahwa kedua belah pihak telah menyepakati pelaksanaan program akademik bersama, termasuk kunjungan peneliti muda dari TPU ke Indonesia. Program ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan guna mendorong kemajuan pendidikan dan riset nuklir di Tanah Air.
