Gejalanya antara lain sering buang air kecil di malam hari, anyang-anyangan, pancaran urine lemah, dan rasa tidak tuntas setelah berkemih.
Sebagian besar pasien menganggap hal tersebut normal karena usia. Padahal, jika dibiarkan, bisa berdampak serius terhadap kualitas hidup dan kesehatan ginjal.
Mengingat ganggungan prostat membayangi pria dengan tindakan penanganan yang terbilang punya risiko menakutkan selama ini, terapi rezum menjadi jawaban.
Teknologi terbaru dari Amerika Serikat ini dirancang khusus untuk mengatasi keluhan pembesaran prostat secara minimal invasif, tanpa pembedahan besar.
Dengan terapi rezum, penanganan hanya berlangsung sekitar 10–15 menit, tidak memerlukan sayatan (non-surgical), pasien bisa pulang di hari yang sama, minim efek samping, tetap menjaga fungsi seksual, dan hasilnya mulai terasa dalam beberapa minggu.
Pengalaman tersebut dibagikan oleh ahli urologi, dr. Nugroho Purnomo, Sp.U, Subsp. Onk (K), yang memimpin layanan urologi di Mitra Keluarga Kelapa Gading.
