“Dengan rezum ini, saya lebih berani bilang ke pasien risiko sangat minimal, fungsi seksual bisa terjaga karena prostat itu komponen penting untuk laki-laki,” tutur dr. Nugroho.
Sementara itu, kesadaran tentang kesehatan prostat di Indonesia masih terbilang rendah. Karena itu, kehadiran terapi rezum juga sebagai langkah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan atau mendeteksi lebih dini tentang kesehatan prostatnya.
“Prostat itu organ reproduksi yang harus dijaga dengan harapan lebih sadar dan mau memeriksakan,” ungkap dr. Nugroho..(bam)
