“Mengutuk sekeras-kerasnya kepada Yahudi ekstrim dan penguasa Israel. Ini sangat berbahaya dan tidak boleh dibiarkan,” lanjutnya.
Untuk itu, ia pun menyerukan semua tokoh lintas agama dan golongan di Indonesia untuk memberikan reaksi keras atas perampokan dan pengambilalihan wakaf Islam masjid Ibrahim, Palestina.
Ia pun menegaskan, seruan jihad melawan Israel telah dikeluarkan oleh persatuan ulama dunia masih tetap relevan. Ini juga sesuai dengan keputusan ijtima ulama fatwa MUI jauh sebelum serusn jihad ulama dunia diterbitkan.
“Jihad melawan ekstrimisme keagamaan Yahudi yang telah merusak kedaulatan beragama umat Islam harus dilakukan bahkan oleh semua umat beragama. Ekstrimisme keagamaan ini adalah musuh bersama semua agama,” ucapnya.
Tidak berhenti di sana, Prof Sudarnoto juga meminta negara-negara muslim yang telah melakukan hubungan diplomatik dengan Israel agar segera mengambil langkah penting. Ia meminta hubungan tersebut untuk ditinjau ulang.
Hal ini dilakukan agar dukungan untuk melindungi al-Aqsha, Baitul Maqdis dan Palestina secara keseluruhan bisa dilakukan secara lebih maksimal.
