“Itu secara psikologis memengaruhi kesiapan pemain sebelum pertandingan. Kami unggul secara kuantitas,” jelasnya.
“Selain itu kami bermain dengan pressing ketat, mematikan tembakan mereka, karena Merpati Bali punya tembakan bagus. Satu lagi, antisipasi zone mereka,” lanjut Rifki.
Dalam pertandingan final ini, Aras Gading Muda Jakarta sudah memimpin sejak kuarter pertama. Mereka leading 17-10. Kemudian di kuarter kedua menjauh dengan menutup perlawanan mereka dengan kedudukan 36-20.
Memasuki kuarter ketiga, produksi poin Aras Gading Muda agak menurun karena hanya koleksi 10 angka sementara Merpati Bali menambah 13 poin. Namun Aras tetap menjaga keungggulan dengan kedudukan 46-33. Keunggulan ini terjaga sampai kuarter akhir sehingga pertandingan berakhir dengan skor 64-44.
Kenneth Leebron Huang menjadi pencetak poin terbanyak dari Aras Gading Muda dengan catatan 28 poin, 4 rebound, dan 3 asis. Kemudian dari Merpati Bali Made Abhinaya Narayana sebagai penyumbang poin terbanyak dengan catatan 12 poin, 7 rebound, dan 3 asis.
