Menurut Rachmat, Indonesia adalah negara yang sangat menghargai lingkungan hidup, biodiversitas, dan kekayaan alam dari flora dan fauna. Indonesia juga termasuk negara pertama di dunia yang memiliki Kementerian Lingkungan Hidup. Namun, hal itu tidak cukup, dibutuhkan komitmen dari semua pihak untuk benar-benar menjaga biodiversitas. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan dukungan mitra global, termasuk Jerman yang sejak lama mendukung Indonesia dalam menjaga biodiversitas.
Dalam pidatonya, Rachmat memaparkan empat strategi utama pengelolaan keanekaragaman hayati: yaitu, bioprospeksi untuk mengoptimalkan potensi genetik yang bernilai ekonomi tinggi dengan dukungan inovasi dan teknologi. Penguatan bioekonomi, mencakup pangan, energi, obat-obatan, dan pemanfaatan komoditas lokal seperti sagu, pala, biofuel, rumput laut, dan perikanan. Pemanfaatan jasa ekosistem, mulai dari penyediaan air, jasa lingkungan, hingga pengembangan ekowisata. Serta, Kolaborasi inklusif yang melibatkan masyarakat lokal, pemerintah, akademisi, dan mitra internasional.
