Strategi ini, kata dia, telah diselaraskan dengan Biodiversity Strategy and Action Plan 2025–2045 serta komitmen global Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework. Indonesia telah menyiapkan 13 strategi, 20 target nasional, 95 kelompok aksi, dan lima dokumen pendukung, termasuk tiga buku yang resmi diluncurkan hari ini: Status Nasional Kehati, Ekoregion Sumatra, dan Ekoregion Sulawesi.
Data terbaru ekosistem nasional memperlihatkan kekayaan hayati Indonesia yang luar biasa, dengan 22 tipe ekosistem, 18 persen terumbu karang dunia, 21–24 persen mangrove global, serta ribuan danau yang menjadi rumah bagi 31.000 spesies flora, 81.000 fauna darat, dan 7.000 fauna laut. “Ini adalah megabiodiversity yang baru tercatat. Kami yakin jumlah sesungguhnya jauh lebih besar,” tutur Rachmat.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa biodiversitas juga menyimpan potensi ekonomi strategis, mulai dari bioekonomi laut bernilai ekspor, ekowisata, hingga skema biodiversity credit. Namun, hal itu hanya bisa diwujudkan dengan menjaga kawasan konservasi dan memulihkan ekosistem yang rusak.

