Dengan perkiraan kekuatan memiliki sekitar M 5,8. Penyebab dipicu aktivitas Sesar Baribis (sekarang: Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat-West Java Back Arc Thrust), yaitu sesar aktif memanjang dengan beberapa segmen di utara Jawa Barat.
“Dampaknya menimbulkan kerusakan dan guncangan signifikan di wilayah Karawang dan sekitarnya”.
Sebagai informasi, dalam konteks sejarah Sesar Baribis, gempa tahun 1862 menjadi catatan penting kegempaan di Jawa Barat. Aktivitas Sesar Baribis atau West Java Back Arc Thrust menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki potensi sumber gempa signifikan yang patut diwaspadai.
Sayangnya, dampak gempa di 1862 itu tidak terdokumentasikan secara rinci, seperti halnya beberapa gempa besar lain di Indonesia.
Nah, dalam aktivitas gempa yang terjadi belum lama ini, pada hari Rabu (20/8/2025) pukul 19.54 WIB, gempa berkekuatan M4,7 kembali mengguncang wilayah Purwakarta, Karawang, Bekasi, Jakarta, dan Depok.
“Gempa itu menimbulkan kerusakan ringan pada sejumlah bangunan rumah. Dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat-West Java Back Arc Thrust,” ungkap Daryono. (Joesvicar Iqbal)
