IPOL.ID – Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal mengultimatum pemerintah dan DPR agar tidak mengabaikan tuntutan kaum buruh. Jika enam poin aspirasi yang mereka sampaikan hari ini di depan Gedung DPR/MPR tak digubris, Said mengancam akan menggerakkan mogok nasional dengan melibatkan jutaan buruh di Indonesia.
“Kami ada enam tuntutan dan ini aksi awal, jika diabaikan kami akan menggelar aksi lagi bahkan bisa mogok nasional,” katanya, Kamis (28/8).
Said menjelaskan, ada enam tuntutan yang mereka usung. Pertama, menghapus sistem outsourcing dan menolak upah murah. Kedua, menghentikan PHK dengan segera membentuk Satgas PHK. Ketiga, mereformasi pajak perburuhan.
Tuntutan keempat adalah pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa konsep Omnibus Law, kelima mendesak pengesahan RUU perampasan aset untuk memperkuat pemberantasan korupsi, dan keenam menuntut redesain sistem Pemilu 2029 agar lahir pemimpin yang bersih.
Said mengklaim aksi di Jakarta diikuti sekitar 4.000-5.000 buruh dari Jabodetabek dan Karawang, bergabung dengan 74 elemen gerakan buruh.
