“Terlibat dalam IPCC bukan hanya pengalaman ilmiah, akan tetapi juga mengenai sebuah filosofis,” ungkap Intan.
“Saya belajar bahwa inklusivitas itu penting. Yakni, mendengarkan pendapat yang beragam, meski prosesnya lebih panjang. Ini untuk menghasilkan keputusan bersama yang bisa dijalankan semua pihak,” tambahnya.
Intan dan Edvin akan berkontribusi dalam Working Group I (WGI), yang fokus pada dasar-dasar ilmiah fisik dari perubahan iklim.
Edvin, yang juga merupakan Wakil Ketua WGI, ditunjuk sebagai Review Editor untuk Bab 6, mengenai Proyeksi Global terhadap Respons Sistem Bumi dalam Berbagai Skala Waktu.
Sedangkan Intan, yang sebelumnya menjadi penulis utama pada bab tentang Samudra dan Kenaikan Muka Laut pada AR6, kini ditunjuk sebagai Review Editor untuk Bab 2, mengenai Perubahan Skala Besar dalam Sistem Iklim dan Penyebabnya.
Untuk diketahui, proses seleksi IPCC dikenal sangat kompetitif. Pada WGI saja, ada lebih dari seribu nominasi dari seluruh dunia. Namun, hanya 193 ilmuwan dari 62 negara yang terpilih.
