“Saat ini, data terkait korban jiwa masih dalam proses pendataan,” katanya.
Selanjutnya, dijelaskan Abdul Muhari, BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD setempat dan pihak terkait di tingkat kecamatan serta desa untuk melakukan pendataan, pemantauan, dan penanganan pascagempa.
“Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan”.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, masyarakat disarankan segera mencari tempat aman dan menghindari bangunan yang retak atau berpotensi roboh.
Hal ini guna memastikan jalur evakuasi di rumah, sekolah, dan tempat kerja bebas hambatan, menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok, obat-obatan, dokumen penting, serta senter.
Selain itu, warga juga diimbau untuk mematikan aliran listrik, gas, dan air jika diperlukan untuk mencegah risiko kebakaran atau kebocoran.
Sebagai penguat sistem peringatan dini, masyarakat juga dapat membuat alarm darurat dari perkakas rumah tangga seperti panci yang disusun atau ditumpuk ke atas.
Jika terdapat guncangan dari aktivitas gempa bumi, maka perkakas itu akan terjatuh dan menimbulkan suara sebagai pertanda adanya bahaya.
