“Saya berharap adanya kegiatan literasi ini akan meningkatkan sumber daya manusia unggul di Jakarta, bisa berkompetisi, berdaya saing tinggi dalam menyambut Jakarta sebagai kota global dan generasi emas tahun 2045,” ujar Nasruddin.
Dia menyebutkan, untuk meningkatkan minat baca masyarakat, selain Hanjaba pihaknya juga menyiapkan kegiatan lain. Seperti penyajian pojok baca di setiap Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), rumah susun, perpustakaan keliling maupun perpustakaan di kantor sudin dan dinas.
“Ini jadi sarana untuk membaca buku masyarakat. Saya juga berharap para peserta lomba sudah memiliki kartu perpustakaan. Sehingga bisa terus berkunjung ke perpustakaan untuk baca buku.” imbuhnya.
Dia mengimbau pada generasi muda bahwa di era digital ini banyak informasi masuk dengan mudah. Tentunya mereka harus bisa membentengi diri dengan cara memfilternya. Karena ini untuk pembentukan karakter dan kepribadian masing-masing.
Sementara, Plt Kasudin Pusip Jakarta Timur, Fitri Aulia menambahkan, lomba Hanjaba ini rutin digelar setiap tahun dan peserta sangat antusias. Lomba digelar sejak tanggal 12-15 Agustus ini, jika biasanya hanya lima jenis lomba maka tahun ini ada penambahan dua lomba untuk fotografi dan membuat pantun.
