Widyaiswara Ahli Madya BNPB Apriyuanda Giyant Bayu Pradana menyampaikan, ARDEX 2025 mengusung tema “Strengthening ASEAN’s Collective Response Capacity through National Leadership, Regional Enhancement and International Support”. Latihan ini mencakup tiga komponen utama, yaitu TTX, geladi pos komando (CPX), dan geladi lapang (FTX).
“Simulasi dirancang berdasarkan skenario kompleks bencana banjir besar akibat curah hujan ekstrem dan badai tropis Rumyoul yang menerjang kawasan Kamboja dan memicu kebutuhan akan respons darurat lintas batas,” ujar Bayu yang juga berperan sebagai referee pada TTX yang mengevaluasi koordinasi strategis dalam respons bencana, Jumat (22/7).
Indonesia, sebagai negara yang telah dua kali menjadi tuan rumah ARDEX (2018 dan 2023), menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama regional penanggulangan bencana dengan turut berpartisipasi aktif dan memberikan kontribusi substantif dalam pelaksanaan ARDEX 2025 ini.
Kehadiran delegasi Indonesia tidak hanya memperkuat diplomasi kemanusiaan di kawasan ASEAN, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran dan evaluasi kesiapsiagaan nasional dalam mengadopsi serta mengimplementasikan ASEAN Standard Operating Procedures (SASOP) dalam operasi tanggap darurat bersama.
