“Kami tidak akan membiarkan senjata buatan Kanada berkontribusi pada konflik ini dalam bentuk apa pun,” tegasnya.
Laporan 29 Juli tersebut dibuat oleh peneliti dari empat LSM, yaitu World Beyond War, Palestinian Youth Movement, Canadians for Justice and Peace in the Middle East, dan Independent Jewish Voices.
Laporan itu berdasarkan data dari Otoritas Pajak Israel, menunjukkan bahwa barang-barang Kanada yang berlabel “suku cadang senjata militer” dan “amunisi” terus masuk ke Israel.
Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Luar Negeri Kanada menyimpulkan bahwa beberapa klaim “menyesatkan dan secara signifikan salah mengartikan fakta.
“Barang-barang yang diidentifikasi sebagai ‘peluru’ sebenarnya adalah proyektil gaya paintball. Barang-barang ini disertai dengan peralatan yang dirancang untuk membuat senjata api tidak dapat digunakan dengan peluru tradisional,” kata Anand.
Ia menambahkan bahwa barang-barang tersebut tidak dapat digunakan dalam pertempuran.
Anand juga membantah klaim bahwa mortir telah dikirim dari produsen Kanada ke Israel, baik secara langsung maupun tidak langsung, sejak penangguhan izin diberlakukan.

