Sementara itu, Andre yang aktif di komunitas disabilitas mengapresiasi kesempatan untuk berdialog langsung dengan BPJS Kesehatan. Ia merasa forum seperti ini membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan kendala nyata yang dialami di lapangan. Tidak hanya didengar, masukan dari peserta juga langsung dicatat untuk menjadi bahan perbaikan layanan ke depannya.
Budi menilai, inisiatif ini merupakan langkah penting untuk membangun kepercayaan dan memastikan kebutuhan penyandang disabilitas benar-benar terpenuhi. “Biasanya kami hanya dapat informasi dari mulut ke mulut, tapi kali ini bisa tanya langsung dan dijawab dengan jelas. Bahkan kendala yang pernah kami alami juga didengar dan dicatat untuk ditindaklanjuti. Buat saya ini penting, supaya layanan ke depan bisa lebih baik dan sesuai kebutuhan kami. Rasanya seperti benar-benar diperhatikan,” kata Andre .
Kegiatan ini diakhiri dengan ajakan bagi seluruh peserta untuk mengoptimalkan penggunaan layanan non tatap muka BPJS Kesehatan, seperti Mobile JKN, WhatsApp Pandawa, dan Care Center 165. Layanan ini memberikan solusi praktis bagi peserta yang ingin mengurus kepesertaan atau mendapatkan informasi tanpa perlu antre di loket pelayanan.
